Media Tepercaya Untuk Organisasi Mahasiswa

PEMBERDAYAAN EKONOMI SEKOLAH (Analisa Di Madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran)

Oleh: Muhammad Madarik*

PENDAHULUAN
Madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran Gondanglegi Malang sudah dikenal sejak lama. Bisa dibayangkan, madrasah yang berdiri tahun 1938 itu belum memiliki saingan (kompetisi) sekolah-sekolah lain sebagaimana masa-masa sekarang, sehingga hampir anak-anak dari desa-desa terdekat di luar desa Ganjaran belajar ke madrasah Raudlatul Ulum.

Seperti lembaga-lembaga di manapun, madrasah Raudlatul Ulum  juga tidak sepi dari berbagai macam persoalan-persoalan, baik yang bersifat internal maupun eksternal, baik dari sisi akademik maupun non akademik. Hingga saat ini, masalah-masalah yang menghinggapi madrasah itu ada telah diatasi, ada pula yang masih dalam proses penyelesaian.

Salah satu problematika yang masih melilit sekolah yang didirikan oleh KH Bukhori Ismail dan para ulama desa Ganjaran itu ialah soal pengembangan ekonomi sekolah. 

Tema ini yang ingin diangkat secara singkat dalam tulisan ini dengan maksud sebagai lontaran wacana awal. Setidak-tidaknya lewat ulasan ini, muncul keinginan segenap keluarga besar madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran untuk memikirkan secara serius terhadap pemberdayaan dan pengembangan ekonomi sekolah tersebut.

KALKULASI KEBERUNTUNGAN 
Seperti namanya, koperasi sekolah berarti sebuah usaha bersama untuk pemberdayaan dan pengembangan ekonomi di lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran merupakan wadah bersyarikat bagi para pendidik dan siswa dalam hal pemberdayaan dan pengembangan yang di maksud.

Berdasarkan data dari MTs Raudlatul Ulum putra, guru di lingkungan madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran berjumlah 152 orang. Dari sisi guru saja, jumlah ini merupakan potensi besar untuk pemberdayaan dan pengembangan ekonomi mereka melalui sistem koperasi. 

Kita ambil misal kecil, simpanan wajib per-guru Rp 50.000, maka akan dihasilkan dana Rp 7.600.000. Apabila iuran ini diberlakukan setiap bulan, maka dalam satu semester (6 bulan) bakal terkumpul dana Rp 45.600.000. Lebih-lebih, jika dana ini ditambah dengan grafik siswa per-tahun pelajaran 2017-2018 yang berjumlah 1.835 orang, maka bisa dipastikan total yang terkumpul akan bombastis.

MENUAI PUNDI-PUNDI
Jumlah dana sebagaimana gambaran kasar di atas, dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk unit usaha bersama. Tentu prinsip-prinsip koperasi yang mengutamakan demokrasi, berkeadilan, dan kekeluargaan, menjamin pengelolaan keuangan yang memungkinkan untuk diselenggarakan dengan mengikutsertakan peran-peran aktif seluruh guru, baik dalam proses pengelolaan maupun dalam bentuk pengawasan.

Pengembangan ekonomi berbasis koperasi sekolah diyakini menjadi salah satu solusi alternatif dari persoalan "penjual di jalan" yang hingga kini masih merupakan problematika sosial berkepanjangan bagi pihak madrasah dan pihak masyarakat. Sebab, lewat koperasi dengan aset dan unit usaha yang dimiliki secara otomatis akan memagari guru dan siswa sebagai pemilik modal sekaligus pangsa pasar koperasi agar tidak tergiur oleh tawaran "penjual di jalan".

Di samping itu, koperasi sekolah dipercaya mampu melahirkan manfaat luar biasa bagi keluarga besar madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran berdasarkan spirit dan semangat kebersamaan. Potensi keuangan seperti gambaran di atas, jika dikelola melalui sistem koperasi dengan menjalankan manajemen yang tepat dan benar, pasti akan membuahkan hasil besar bukan hanya terhadap kesejahteraan, tetapi bisa menopang kebutuhan-kebutuhan madrasah secara umum. Sebab, kalkulasi perputaran keuangan dalam lingkaran jumlah siswa sebanyak 1.835 orang saja, sudah dapat diprediksi akan menghasilkan pundi-pundi yang menggunung. Apalagi bila kelola dana tersebut mampu memproduksi, kemungkinan grafik aset pendapatan dapat melonjak tajam bukan hal yang mustahil.

KELOLA KOPERASI SEKOLAH
Prinsip-prinsip dasar koperasi seperti, "swadaya" yang berarti usaha sendiri, "swakarsa" yang berarti buatan sendiri dan "swasembada" yang berarti dengan kemampuan sendiri, sebetulnya merupakan tunas yang sudah ada di lingkungan madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran. Hanya tinggal mengupayakan peningkatan keterampilan para pelaku koperasi sekolah agar tingkat kompetensi mereka di bidang perkoperasian benar-benar berkualitas. Peningkatan ini bisa dilakukan dengan berbagai macam program dan pelatihan-pelatihan.

Para pelaku yang dimaksud terdiri dari Pengurus dan jajarannya yang dibentuk Yayasan. Tentu proses pembentukan diselenggarakan atas dasar kesepakatan-kesepakatan teknis antara unit-unit dan Yayasan. Dalam ranah ini pula, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan legal-formal harus sudah dituntaskan. Alhasil, melalui kewenangan Yayasan, unit-unit madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran mendelegasikan tenaga yang dipandang patut untuk mengurus dan mengelola koperasi sekolah. Komposisi keterwakilan unit-unit, merupakan langkah untuk menyatukan visi dan merekatkan rasa kepemilikan secara bersama-sama.

PENUTUP
Secara umum, madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran dinilai akan mampu memberdayakan dan mengembangkan potensi keuangan  bersama-sama melalui koperasi sekolah.
Dengan mendengungkan jargon "Dari dan Untuk Keluarga Raudlatul Ulum Ganjaran", hajat yang diimpikan akan bisa diwujudkan.

*Penulis adalah Koordinator Pendidikan YPRU (Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum) Ganjaran Gondanglegi Malang.
Tag : Non-Fiksi
0 Komentar "PEMBERDAYAAN EKONOMI SEKOLAH (Analisa Di Madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran)"


Chat Admin
Back To Top